Pernahkah agan mendengar situs yang bernama iPanel Online ? Situs ini berada dalam naungan iPanel Online Market Research Co., Ltd, didirikan pada tahun 2004, yang merupakan pemasok panel penelitian pasar (survei) yang profesional. Lingkup anggotanya terdiri dari negara-negara seperti: China, Hong Kong, Taiwan, Japan, Indonesia, Singapore, Korea, India, Thailand, Malaysia, Australia, New Zealand,Philippines,Vietnam…dsb. Dengan lingkup anggota ini tentunya iPanel Online bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup dipercaya.
Sesuai dengan namanya iPanel Online juga tersedia di Indonesia, untuk URL-nya agan bisa membukanya DISINI
Di iPanel agan berpeluang mendapatkan penghasilan dari mengikuti survei yang ditawarkan kepada agan. Agan akan dibayar dalam point sebelum akhirnya di tukar menjadi uang (rupiah/dollars). Untuk setiap 1 point agan akan mendapatkan Rp. 100.
Cara Mendaftar dan Mendapatkan Point di iPanel
* Buka DISINI lalu lengkapi data-data pendaftaran agan seperti yang diminta.
* Setelah proses pendaftaran selesai login ke email dan lakukan konfirmasi pendaftaran melalui link dikirimkan ke email agan.
* Login menggunakan email dan password saat pertama agan mendaftar.
* Lengkapi data agan, khususnya data pembayaran agan. Di member area klik tab “Data Saya” kemudian di“Informasi harus di isi untuk tukar angka bonus”, di bagian ini isikan data-data yang masih kosong teruma pada bagian pembayaran yang menggunakan paypal.
* Untuk mendapatkan point agan bisa melakukan survei di menu “Home” kemudian di NavBar atas pilih “Survei Interaktif” lalu silahkan ikuti surveinya untuk mendapatkan point. Selain itu agan juga dapat mengikuti survei di member area (Survei Saya) namun agan harus menunggu hingga survei tersebut tersedia untuk agan.
* Gunakan referral atau link “Menyarankan Teman” untuk mendapatkan point.
TIPS-TIPS POINT TAMBAHAN
1. BACK MATTER
Klik Menu Profil Saya
Pilih BACKMATTER
KLIK yang warna orange pada menu back matter, isi data Agan
Dapat deh 5 POIN
Pengisian back matter dilakukan sekali sebulan, jadi untuk dapat 5 Poin lagi, isi back matter bulan depan lagi
2. SUARA ANGGOTA
Klik Menu Suara Anggota
Pilih Pendapat Yang
Terus tulis di kotak suara Anda,isi kode verifikasi, submit dapat Poin 1
Menurut Pengalaman kita bisa Posting sebanyak 10 kali per hari jadi bisa dapat POIN 10 per hari
Mudah bukan
3. TOPIK HARI INI
Klik Menu Topik hari ini
Pilih topik dipublikasi
Isi jenis topik,judul topik, detail topik, kode verifikasi
Dapat POIN 1
Menurut Pengalaman kita bisa Posting sebanyak 5 kali per hari jadi bisa dapat POIN 5 per hari
4. Indonesia Online Survey Centre (Sistem Investigasi)
Pilih menu Indonesia Online Survey Centre
klik sistem investigasi nah di situ banyak survey dan ada jumlah poin yang bisa didapat, klik nama survey-nya , jika sudah ikut maka statusnya terlibat jika belum pernah ikut statusnya tidak terlibat, dan survey ini pasti berhasil, Poin yang didapatkan bermacam-macam ada 2,4,5,10 Poin
5. Indonesia Online Survey Centre (Survey Bisnis)
Pilih menu Indonesia Online Survey Centre
Piih survey Bisnis, ini merupakan survey utama
Jika ada survey maka status proyek ongoing
Jika tidak ada survey maka status proyek suspended
Dan POIN yang bisa didapatkan bervariasi tergantung Surveynya, bisa 100 ampe 400pun ada.
Jadi kalau agan-agan sekalian rajin ke ipanel:
lumayan lah sebagai part time
TAMBAHAN
Arti dari huruf2 Mandarin yang ada di catatan penukaran:
未处理 (untreated): begitu agan tukar poin.. status yang pertama kali muncul adalah ini... di tahap ini status penukaran agan belum disentuh oleh tim audit ipanel
已审核 (audited): selang beberapa hari status agan dari untreated akan berubah menjadi audited... ini tahap yg di mana team audit ipanel mengecek kelayakan penukaran agan
审核通过 (reviewed by): Ini tahap yang paling ditunggu2 oleh semua ipanel member.. artinya ada uang yg masuk ke rekening paypai saudara2 sekalian
jika member yang ada di atas / bawah saudara statusnya sudah 审核通过 tapi agan sendiri yang statusnya masih 已审核.... berarti penukaran bro ditolak oleh ipanel...
Klo agan-agan tertarik join di:
DISINI
Oya..untuk pembayaran anda bisa memintanya setelah terkumpul 200 point (Rp. 20000), 500 point (Rp. 50000), 1000 point (Rp. 100000). Uang anda akan dibayar dalam bentuk dollar melalui paypal.
INI BUKTI SCREENSHOT SAYA JADI 100% BUKAN SCAM
Monday, 16 January 2012
Sunday, 15 January 2012
Beberapa hal tentang gagal mengakses situs
Kadang kita sering gagal membuka halaman website, hal tersebut bisa terjadi karena ada banyak faktor. Pada saat kita gagal mengakses website tersebut kita akan disuguhi pesan eror.
Berikut ini, Anda dapat menyimak sejumlah pesan error yang paling sering ditemui, beserta penyebab dan cara mengatasinya.
400 – Bad Request
Pesan error seperti ini biasanya muncul ketika server dari situs yang Anda akses tidak memahami perintah yang diberikan oleh client. Hal ini umumnya disebabkan adanya kesalahan atau cacat script/programming pada server. Karena itu, yang bisa mengatasinya hanyalah si webmaster dari situs tersebut.
401 – Unauthorized
Ada halaman web tertentu yang hanya boleh diakses oleh orang-orang tertentu. Untuk mengaksesnya, diperlukan username dan password khusus. Nah, pesan error 401 – Unauthorized ini muncul karena Anda tidak memiliki hak untuk mengakses halaman tersebut. Karena itu, tak ada cara untuk mengatasi masalah ini, kecuali jika Anda berhasil mendapatkan username dan passwordnya.
403 – Forbidden
Pesan error ini biasanya muncul jika halaman web tersebut memang tidak bisa diakses oleh siapapun (karena memang diatur demikian dari servernya). Atau masalahnya bisa seperti ini: Si pemilik situs A belum membayar sewa hosting, sehingga perusahaan pemilik server memblokir situs A tersebut. Akibatnya, siapa saja mengakses situs A akan mendapatkan pesan error 403 – Forbidden. Cara mengatasinya: nasehatilah pemilik situs untuk segera membayar biaya hosting.
404 – Not Found
Address Not Found (pada Firefox), Error! Could not locate remote server (pada Opera) dan The page cannot be displayed (pada Microsoft Internet Explorer).
Ada beberapa kemungkinan penyebab dari masalah ini, yaitu:
408 Request Timeout
Kadang-kadang proses mengakses situs tertentu sangat lambat. Nah, biasanya setiap server memiliki rentang waktu tertentu sebagai batas toleransi bagi client untuk menyelesaikan proses mengakses server. "Request time out" terjadi jika kelambatan dalam mengakses situs tersebut sudah melebihi batas toleransi-waktu ini. Biasanya, kelambatan akses ini disebabkan oleh adanya masalah pada akses internet Anda atau server situs yang Anda kunjungi. Cara mengatasinya: cobalah mengakses situs tersebut di lain kesempatan sambil jangan lupa memeriksa akses internet Anda.
500 – Internal Server Error
Pesan error ini biasanya terjadi ketika server dari situs yang Anda akses memang sedang mengalami masalah. Jadi cobalah Anda tunggu beberapa saat. Siapa tahu masalah tersebut sudah dibereskan oleh si webmaster situs dan Anda dapat mengakses situs tersebut secara normal seperti biasa.
Semoga bermanfaat.
Berikut ini, Anda dapat menyimak sejumlah pesan error yang paling sering ditemui, beserta penyebab dan cara mengatasinya.
400 – Bad Request
Pesan error seperti ini biasanya muncul ketika server dari situs yang Anda akses tidak memahami perintah yang diberikan oleh client. Hal ini umumnya disebabkan adanya kesalahan atau cacat script/programming pada server. Karena itu, yang bisa mengatasinya hanyalah si webmaster dari situs tersebut.
401 – Unauthorized
Ada halaman web tertentu yang hanya boleh diakses oleh orang-orang tertentu. Untuk mengaksesnya, diperlukan username dan password khusus. Nah, pesan error 401 – Unauthorized ini muncul karena Anda tidak memiliki hak untuk mengakses halaman tersebut. Karena itu, tak ada cara untuk mengatasi masalah ini, kecuali jika Anda berhasil mendapatkan username dan passwordnya.
403 – Forbidden
Pesan error ini biasanya muncul jika halaman web tersebut memang tidak bisa diakses oleh siapapun (karena memang diatur demikian dari servernya). Atau masalahnya bisa seperti ini: Si pemilik situs A belum membayar sewa hosting, sehingga perusahaan pemilik server memblokir situs A tersebut. Akibatnya, siapa saja mengakses situs A akan mendapatkan pesan error 403 – Forbidden. Cara mengatasinya: nasehatilah pemilik situs untuk segera membayar biaya hosting.
404 – Not Found
Address Not Found (pada Firefox), Error! Could not locate remote server (pada Opera) dan The page cannot be displayed (pada Microsoft Internet Explorer).
Ada beberapa kemungkinan penyebab dari masalah ini, yaitu:
- Halaman atau file yang Anda akses memang tidak ada. Mungkin sebelumnya ada, tapi kini sudah dihapus oleh si pemilik server.
- Akses internet Anda sedang down (disconnect). Untuk mengatasinya, coba periksa akses internet Anda. Jika semuanya OK, coba ulangi lagi mengakses situs tersebut. Jika masih gagal, cobalah di lain kesempatan (misalnya keesokan harinya). Soalnya, seringkali terjadi kegagalan mengakses halaman web ini hanya bersifat sementara. Jika Anda sudah mencoba berkali-kali namun tetap gagal, kemungkinan besar halaman web tersebut memang benar-benar tidak ada.
- Anda salah dalam mengetikkan alamat URL. Cara mengatasinya: cermatlah dalam mengetikkan alamat situs yang hendak Anda akses.
408 Request Timeout
Kadang-kadang proses mengakses situs tertentu sangat lambat. Nah, biasanya setiap server memiliki rentang waktu tertentu sebagai batas toleransi bagi client untuk menyelesaikan proses mengakses server. "Request time out" terjadi jika kelambatan dalam mengakses situs tersebut sudah melebihi batas toleransi-waktu ini. Biasanya, kelambatan akses ini disebabkan oleh adanya masalah pada akses internet Anda atau server situs yang Anda kunjungi. Cara mengatasinya: cobalah mengakses situs tersebut di lain kesempatan sambil jangan lupa memeriksa akses internet Anda.
500 – Internal Server Error
Pesan error ini biasanya terjadi ketika server dari situs yang Anda akses memang sedang mengalami masalah. Jadi cobalah Anda tunggu beberapa saat. Siapa tahu masalah tersebut sudah dibereskan oleh si webmaster situs dan Anda dapat mengakses situs tersebut secara normal seperti biasa.
Semoga bermanfaat.
USB Not Recognized: Mengatasi Kegagalan Windows Mendeteksi Perangkat USB
Anda mungkin pernah melihat pesan error di samping ini dan mengalami hal seperti berikut. Anda sedang bekerja dengan perangkat USB, entah itu printer, flashdisk atau harddisk. Tiba-tiba tanpa dinyana hardware tersebut diam membisu, alias tidak berfungsi. Anda mendapatkan pesan error “USB Device Not Recognized” tiap kali Anda memasukkan kembali device tersebut ke port USB. Apa yang terjadi?Ada beberapa jawaban yang bervariatif. Saya sudah menyusunnya berikut solusi masalah masing-masing. Anda bisa memilih sesuai dengan kemungkinan terdekat dengan kasus yang Anda alami. Permasalahan yang menyangkut pesan error ‘USB Not Recognized‘ adalah sebagai berikut:
1. Permasalahan Paling Umum
Device/Perangkat yang sedang Anda pakai termasuk dalam perangkat yang rawan terhadap perubahan arus listrik dan gangguan listrik statis. Salah satu device yang sering mengalami hal ini adalah USB Flashdisk. Jika ada kebocoran arus sedikit saja dalam casing yang kemudian menjalar ke flashdisk, bisa jadi menyebabkan flashdisk mengalami malfungsi. Begitu pula jika tanpa diduga ada pengaruh dari listrik statis pada lingkungan di seputar terminal USB. Hal ini diperburuk dengan kualitas casing komputer yang kebanyakan beredar di Indonesia seringkali tidak memenuhi standar keamanan grounding listrik.
Solusi:
- Bebaskan CPU dari arus listrik apapun selama beberapa saat. Matikan komputer, cabut perangkat USB Anda berikut semua kabel power yang masuk ke CPU dan Monitor. Tunggu 20 hingga 30 menit kemudian nyalakan seperti biasa. Untuk sebagian besar kasus, cara ini terbukti ampuh. Terkadang port USB yang longgar juga bisa jadi sebab gagalnya deteksi hardware USB.
- Jika masih belum terdeteksi, gunakan Device Manager untuk melakukan scan guna menemukan hardware baru atau informasi perubahan hardware. Untuk melakukannya, Klik Start > Run > Ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) [OK]. Dari Menu Action, pilih “Scan for Hardware Changes“. Pilihan ini akan mengaktifkan deteksi hardware Windows untuk menemukan perangkat yang baru diinstall. Setelah selesai, tutup semua Device Manager dan Control Panel. Perhatikan apakah perangkat USB sudah berhasil dideteksi.
- Jika cara tersebut tidak berhasil, coba langkah berikut: Disable fasilitas Power Management of the USB hub. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut: Klik Start > Run > Ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan [OK]. Tampilkan semua entri pada bagian Universal Serial Bus Controller, kemudian ikuti langkah berikut untuk tiap USB Root Hub yang tersedia.
- Klik kanan USB Root Hub > Klik Properties
- Klik Tab Power Management
- Klik untuk menghilangkan pilihan pada check box “Allow the computer to turn off this device to save power“, akhiri dengan [OK].

Saat perangkat USB ditancapkan ke komputer (bahkan mungkin saat proses instalasi otomatis) driver USB tidak terinstall dengan baik dan justru mengakibatkan kerusakan fatal pada driver-driver USB lain.
Solusi:
Hilangkan semua device yang tersembunyi di Device Manager dengan cara sebagai berikut:
1. Klik Start > Run > Ketik CMD [OK],
2. Ketik “set DEVMGR_SHOW_DETAILS=1?” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan ENTER.
3. Ketik “set DEVMGR_SHOW_NONPRESENT_DEVICES=1?” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan ENTER.
4. Ketik “start devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan ENTER.
5. Klik menu View > Show Hidden Devices.
6. Pada panel sebelah kiri, Klik tanda “+” untuk melihat isi Imaging devices, Unknown Devices dan USB Devices.
7. Apakah Anda menemukan USB Devices dan Unknown Devices (termasuk yang berwarna abu-abu)? Jika iya, Klik Kanan > Uninstall.
3. Perangkat USB sebelumnya berjalan Normal Kemudian tiba-tiba Tidak ada respon tanpa sebab yang jelas
Solusi:
Lakukan langkah berikut ini:
A) Hapus semua file oem*.inf dengan cara:
1. Klik Start > Run > Ketik “cmd” (tanpa tanda kutip)
2. Dalam Command Line ketik baris perintah berikut (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan [ENTER] pada tiap akhir perintah:
“cd \windows\inf” [ENTER] “ren infcache.1 *.old” [ENTER] “ren oem*.inf *.old” [ENTER] “del C:\windows\setupapi.log” [ENTER]
B) Hapus semua entri registri dalam HKEY_LOCAL_MACHINE/Enum/USB yang dimulai dengan VID
Dengan menghapus entri VID dari registri, PC akan mendeteksi ulang hardware dan melakukan Restart. Perhatian: Jika Anda menggunakan keyboard atau mouse USB, jangan hapus entri VID untuk perangkat tersebut karena bisa mengakibatkan Windows melakukan Restart dengan benar. Ikuti langkah berikut ini:
1. Klik Start > Run > Ketik “regedit” [ENTER] (tanpa tanda kutip) Selanjutnya Registry Editor akan muncul.
2. Masuk ke bagian HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Enum\USB.
3. Pilih dan hapus semua entri VID_….
Jika Anda mengalami masalah saat menghapus registri ini, mungkin Windows masih membatasi Permissions agar VID_ tidak terhapus. Atasi dengan cara berikut:
a) Klik kanan pada Key yang akan dihapus > Pilih Permissions. Selanjutnya Window Permissions for The VID_… akan muncul.
b) Pilih semua check box dalam sesi Group atau Usename, pilih Allow pada Full Control.
c) Klik Apply dan akhiri dengan [OK]
4. Matikan komputer.
C) Hubungkan kembali perangkat USB ke PC
1. Dengan kondisi komputer sedang mati, tancapkan perangkat USB pada port USB.
2. Restart Komputer.
3. Window ‘A New Hardware Detected’ akan muncul dan mendeteksi ulang hardware Anda.
4. Perangkat USB sejak Awal tidak terdeteksi dan berfungsi normal atau sebenarnya berfungsi namun di tengah-tengah proses Anda mendapatkan pesan “USB Device has Malfunctioned“.
Solusi:
1. Coba gunakan Kabel USB yang lebih pendek ukurannya.
2. Coba tancapkan perangkat USB ke port USB PC di bagian belakang. Terkadang port USB di bagian depan PC kekurangan catu daya sehingga menyebabkan perangkat mengalami error
3. Sejumlah perangkat USB 2.0 tidak kompatibel dengan port USB 1.1. Cobalah secara bergantian di port USB 1.1 dan USB 2.0 untuk mengetahui apakah ini yang jadi masalah.
4. Coba downgrade semua Port USB dari versi 2.0 ke 1.1, Anda dapat mengubah setting ini lewat BIOS.
5. Jika tetap gagal, cobalah perangkat USB tersebut di komputer lain. Dengan begitu Anda bisa tahu mana yang jadi biang keladinya, perangkat USB atau port USB Anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)



